Novel ini bercerita tentang perempuan aktivis pergerakan Sulastri dan suaminya Sudarmo dan kaitannya dengan pendidikan politik kaum bumiputra melalui sekolah nasional yang saat itu disebut sebagai “sekolah liar”. Mereka terpaksa “hidup di luar jalur” sebagai “manusia bebas” demi memperjuangkan nasib bangsa Indonesia yang sangat memerlukan pendidikan demi mencapai kemerdekaan.