Mare, gadis dari golongan Merah, memiliki kekuatan yang seharusnya hanya dimiliki mereka yang berdarah perak. Bakat itulah yang membawanya masuk ke lingkungan kaum penguasa itu. Namun ternyata banyak pihak yang memusuhinya. Tunangannya sendiri, Maven-pemimpin baru kerajaan Norta- bahkan tak segan mengancam keselamatan nyawa Mare
Kupandangi kedua tanganku, lenganku, mengagumi saat petir menyulut tubuhku. Pakaianku terbakar, gosong oleh panas api, tetapi kulitku tak berubah. Semuanya salah. Aku masih hidup. Ajang Pemilihan Ratu Kaum Perak telah menguak kekuatan luar biasa yang tersembunyi dalam diri Mare. Dia pun dijodohkan dengan pangeran berdarah perak dari Kerajaan Norta. Mungkin kau anggap kisah ini akan berakhir …
Jadilah saksi atas tawanan ini, atas pertanda kemenangan ini! Ini dia Mare Barrow, pemimpin Barisan Merah. Seorang Pembunuh, teroris, musuh besar kerajaan kita. Dan, sekarang, dia berlutut di hadapan kita. Darahnya yang mengucur menjadi bukti akna identitasnya.^ Gadis berkekuatan petir dari Kaum Merah-Mare Barrow-tertangkap saat memberontak dan ditahan dalam sangkar cantik Kerajaan Norta. Maven…
Selalu ada harga yang harus di bayar untuk meraih kemenangan. Bagi Mare Barrow, ini berarti melepaskan Cal yang lebih memilih mahkota dan kekuasaan alih-alih dirinya. Demi kebebasan kaum Merah, demi kesetaraan hidup, Mare terus berjuang meski dirinya di ambang kehancuran total. Perang besar telah mengintai di depan mata. Maven dan obsesinya untuk kembali mendapatkan Mare meski harus membumih…
Hal misterius datang silih berganti, menuntun kami untuk bertemu Teteh di rumahnya. Dua tahun lebih menghadapi banyak kejanggalan yang mencekam dan menakutkan, menjadi fase hidup yang tidak akan pernah terlupakan. Teteh, sosok dengan garis nasib yang menggurat sampai ke nadi, menghadirkan perih di tempat yang terdalam. Perasaannya menjerit menembus dua sisi alam, seperti sedang mencari jawaban …
Ini adalah cerita kami kecil, di musim libur sekolah yang menyenangkan. Ketika aku, A Angga, Nicko, Kakang, dan Riri untuk kali pertama berterus terang dan bertualang dengan ‘kemampuan’ kami. Tidak pernah sedikit pun terpikir, ini adalah sebuah awal yang perlahan membentuk karakter kami. Sekumpulan penakut yang mau tak mau menjadi berani karena tak bisa menutup mata dan telinga dari tero…
"Sejak mengenal So Ri, aku merasa bahagia. Bahkan, lebih bahagia dibandingkan saat aku masih bisa melihat." Merasa cemburu dengan pernikahan Geun Soo dan So Ri, Yeon Jeong pun merajuk. Bagaimana mungkin pria buta seperti Geun Soo mau menikahi wanita tuna rungu? Bukankah itu akan semakin menyulitkannya? Lagi pula, komunikasi di antara mereka pasti sering terhambat; mustahil bisa menjadi pasa…
Untuk merayakan ulang tahun pernikahannya dengan So Ri, Geun Soo merencanakan liburan ke tempat-tempat indah. Namun, kondisi keuangan Geun Soo begitu memprihatinkan. Selin itu, tak ada lagi penerbit yang mau membantu dia pasca-kebutaannya. Dia harus berusaha mencari uang lagi demi membahagiakan So Ri. Sementara itu, So Ri sendiri bingung memikirkan hadiah untuk Geun Soo. Saat sudah menemuka…