persahabatan tiga mahasiswa psikologi, Fatih, Fana, dan Saka, yang menghadapi masalah sosial media, persahabatan, dan keluarga dalam latar generasi milenial. Novel ini menyelidiki konflik batin yang kompleks pada tokoh utamanya, terutama Fatih, yang dipicu oleh trauma, masalah keluarga, lingkungan yang tidak mendukung, dan krisis simpati
Kita pernah menjadi sebuah ketentuan pada pertemuan yang saling mengisi hingga saling meniadakan. Namun pada langkah yang saling menjauhi. Ketentuan terasa seperti sebuah penjudian antara waktu dengan detaknya sendiri. Karena pada detik ke sekian kita sadar bahwa penerimaan akan membuat kita merasa utuh jika sudah sepenuhnya.