Awalnya, Charllotte Melati Neumuller—seorang gadis keturunan Jerman-Indonesia—adalah seorang feminis sejati. Begitu gigih ia membela kepentingan kaum perempuan. Ia menganggap bahwa agama, terutama Islam, telah melegitimasi perlakuan diskriminatif dan kekerasan terhadap kaum perempuan. Kehadiran Lale, sepupunya, di Berlin membawa dimensi baru bagi kehidupan Charllotte. Lale menjawab dengan …